Senin, 07 Januari 2013


Nama     : Sahara Jantu
Nim        : 921411114
Kelas     : C / S1 Akuntansi

AKUNTANSI LINGKUNGAN

I.         Ruang Lingkup
Pada perkembangannya, akuntansi tidak hanya sebatas proses pertanggung jawaban keuangan namun juga mulai merambah ke wilayah pertanggung jawaban sosial lingkungan sebagai ilmu akuntansi yang relatif baru. Akuntansi lingkungan menunjukkan biaya riil atas input dan proses bisnis serta memastikan adanya efisiensi biaya, selain itu juga dapat digunakan untuk mengukur biaya kualitas dan jasa. Tujuan utamanya adalah dipatuhinya perundangan perlindungan lingkungan untuk menemukan efisiensi yang mengurangi dampak dan  biaya lingkungan.
Dalam akuntansi secara umum yang terjadi adalah pengukuran dan pencatatan terhadap dampak yang timbul dari hubungan antara perusahaan dengan pelanggan atau konsumen produk namun dalam akuntansi lingkungan lebih cenderung menyoroti masalah aspek sosial atau dampak dari kegiatan secara teknis, misalnya pada saat penggunaan alat atau bahan baku perusahaan yang kemudian akan menghasilkan limbah produksi yang berbahaya. Bidang ini sangat penting sebab khususnya di Indonesia saat ini terlalu banyak perusahaan baik badan usaha milik negara maupun swasta yang dalam pelaksanaan operasi usaha ini menimbulkan kerusakan ekosistem karena adanya limbah produksi perusahaan yang tentu memerlukan alokasi biaya penanganan khusus untuk hal tersebut. Akuntansi lingkungan ini merupakan bidang ilmu akuntansi yang berfungsi dan mengidentifikasikan, mengukur, menilai, dan melaporkan akuntansi lingkungan. Dalam hal ini, pencemaran dan limbah produksi merupakan salah satu contoh dampak negatif dari operasional perusahaan yang memerlukan sistem akuntansi lingkungan sebagai kontrol terhadap tanggung jawab perusahaan sebab pengelolaan limbah yang dilakukan oleh perusahaan memerlukan pengukuran, penilaian, pengungkapan dan pelaporan biaya pengelolaan limbah dari hasil kegiatan operasional perusahaan.
Perhitungan biaya dalam penanganan limbah tersebut diperlukan adanya perlakuan akuntansi yang tersistematis secara benar. Perlakuan terhadap masalah penanganan limbah hasil operasional perusahaan ini menjadi sangat penting dalam kaitannya sebagai sebuah kontrol tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungannya. Proses pengukuran, penilaian, pengungkapan dan penyajian informasi perhitungan biaya pengelolaan limbah tersebut merupakan masalah akuntansi yang menarik untuk dilakukan penelitian sebab selama ini belum dirumuskan secara pasti bagaimana metode pengukuran, penilaian, pengukapan, dan penyajian akuntansi lingkungan di sebuah perusahaan.


II.      Pembahasan
Akuntansi lingkungan ini merupakan bidang ilmu akuntansi yang berfungsi dan mengidentifikasikan, mengukur, menilai, dan melaporkan akuntansi lingkungan. Dalam hal ini, pencemaran dan limbah produksi merupakan salah satu contoh dampak negatif dari operasional perusahaan yang memerlukan sistem akuntansi lingkungan sebagai kontrol terhadap tanggung jawab perusahaan sebab pengelolaan limbah yang dilakukan oleh perusahaan memerlukan pengukuran, penilaian, pengungkapan dan pelaporan biaya pengelolaan limbah dari hasil kegiatan operasional perusahaan.
Perhitungan biaya dalam penanganan limbah tersebut diperlukan adanya perlakuan akuntansi yang tersistematis secara benar. Perlakuan terhadap masalah penanganan limbah hasil operasional perusahaan ini menjadi sangat penting dalam kaitannya sebagai sebuah kontrol tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungannya. Proses pengukuran, penilaian, pengungkapan dan penyajian informasi perhitungan biaya pengelolaan limbah tersebut merupakan masalah akuntansi yang menarik untuk dilakukan penelitian sebab selama ini belum dirumuskan secara pasti bagaimana metode pengukuran, penilaian, pengukapan, dan penyajian akuntansi lingkungan di sebuah perusahaan.
Akuntansi lingkungan pada dasarnya menuntut kesadaran penuh perusahaan-perusahaan maupun organisasi lainnya yang telah mengambil manfaat dari lingkungan. Penting bagi perusahaan-perusahaan atau organisasi lainnya agar dapat meningkatkan usaha dalam mempertimbangkan konservasi lingkungan secara berkelanjutan.
Yang menjadi obyek penelitian saya yaitu Pabrik Gula Tolangohula. Kebetulan semasa saya SMK pernah menjadi anak PRAKERIN di perusahaan tersebut. Saya meluangkan waktu untuk datang ke kantornya tersebut dan kemudian saya sempat berbincang-bincang dengan Manajer dan Karyawan yang dibagian Akuntansi dan saya sempat mengutarakan pertanyaan “Apa tujuan perusahaan ini menggunakan konsep akuntansi lingkungan ?” Mereka menjawab Akuntansi Lingkungan bagi perusahaan mendorong kemampuan untuk meminimalisasi persoalan-persoalan lingkungan yang dihadapinya. Banyak perusahaan besar industri dan jasa yang kini menerapkan akuntansi lingkungan yang tujuannya adalah meningkatkan efisiensi pengelolaan lingkungan dengan melakukan penilaian kegiatan lingkungan dari sudut pandang biaya  dan manfaat atau efek. Pertanyaan selanjutnya “kenapa perusahaan perlu untuk mempertimbangkan akuntansi lingkungan sebagai bagian dari sistem akuntansi perusahaan ?”  yaitu memungkinkan untuk mengurangi dan menghapus biaya-biaya lingkungan, memperbaiki kinerja lingkungan perusahaan yang selama ini mungkin mempunyai dampak negatif terhadap kesehatan manusia dan keberhasilan bisnis perusahaan, diharapkan menghasilkan biaya atau harga yang lebih akurat terhadap produk dari proses lingkungan yang diinginkan dan memungkinkan pemenuhan kebutuhan pelanggan yang mengharapkan produk/jasa lingkungan yang lebih bersahabat.

Menurut Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat atau United States Environment Protection Agency (US EPA) akuntansi lingkungan adalah: “Fungsi penting akuntansi lingkungan adalah untuk menyajikan biaya-biaya lingkungan bagi para stakeholders perusahaan, yang mampu mendorong pengidentifikasian cara-cara mengurangi atau menghindari biaya-biaya ketika pada waktu yang bersamaan, perusahaan sedang memperbaiki kualitas lingkungan”.
Sistem akuntansi lingkungan terdiri atas lingkungan akuntansi konvensional dan akuntansi ekologis. Akuntansi lingkungan konvensional mengukur dampak-dampak dari lingkungan alam pada suatu perusahaan dalam sitilah-istilah keuangan. Sedangkan akuntansi ekologis mencoba untuk mengukur dampak suatu perusahaan berdasarkan lingkungan, tetapi pengukuran dilakukan dalam bentuk unit fisik (sisa barang produksi dalam kilogram, pemakaian energi dalam kilojoules, dll), akan tetapi standar pengukuran yang digunakan bukan dalam bentuk satuan keuangan.



III   Penutup

Dari penjelasan diatas saya dapat menarik refleks yaitu Akuntansi lingkungan itu harus diterapkan di BUMN ataupun di swasta sebab akuntansi lingkungan ini bertujuan untuk memperhitungkan persoalan-persoalan lingkungan yang dihadapi oleh perusahaan tersebut. Perusahaan diminta memiliki akuntan-akuntan lingkungan yang bukan hanya melaporkan aspek ekonomi tapi juga lingkungan, sehingga dapat diminimalisir kerusakan lingkungan oleh perusahaan. Sebab aktivitas perusahaan banyak mengeluarkan karbon (Co2) sehingga menyebabkan lapisan ozon bumi makin menipis. Pengaruh bahan-bahan kimia dipakai perusahaan dan juga masyarakat di dunia sekarang dinilai ikut membuat polusi dan mencemari lingkungan yang mengakibatkan terjadinya pemanasan global.

TUGAS PENGGANTI KETIDAKHADIRAN


NAMA            : SUNARTI M. B. MONOARFA
NIM                : 921411113

 Materi diskusi pertama kasus Enron

Ada beberapa hal yang menyebabkan kasus enron terjadi, di antaranya yaitu dilatarbelakangi oleh sikap tidak etis, tidak jujur, karakter moral yang rendah, dominasi kepercayaan, dan lemahnya pengendalian. Hal tersebut akan dapat kita hindari melalui meningkatkan moral, akhlak, etika, perilaku, dan lain sebagainya, karena kita meyakini bahwa tindakan yang bermoral akan memberikan implikasi terhadap kepercayaan publik. Seperti yang kita ketahui bahwa praktik bisnis Enron yang bangkrut dan hancur serta berimplikasi negatif bagi banyak pihak. Pihak yang dirugikan dari kasus ini tidak hanya investor Enron saja, tetapi terutama karyawan Enron yang menginvestasikan dana pensiunnya dalam saham perusahaan serta investor di pasar modal pada umumnya (social impact).
Artinya secara kasat mata kasus Enron (baik manajemen Enron maupun KAP Andersen) telah melakukan mal practice jika dilihat dari etika bisnis dan profesi akuntan antara lain:
1.      Adanya praktik discrimination of information/unfair discrimination, melalui suburnya praktik insider trading, dimana hal ini sangat diketahui oleh Board of Director Enron, dengan demikian dalam praktik bisnis di Enron sarat dengan collusion.
2.       Adanya Deception Information, yang dilakukan pihak manajemen Enron maupun KAP Arthur Andersen, mereka mengetahui tentang praktek akuntansi dan bisnis yang tidak sehat. Tetapi demi trust dari investor dan publik kedua belah pihak merekayasa laporan keuangan mulai dari tahun 1985 sampai dengan Enron menjadi hancur berantakan. Bahkan CEO Enron saat menjelang kebangkrutannya masih tetap melakukan Deception dengan menyebutkan bahwa Enron secara berkesinambungan memberikan prospek yang sangat baik.
3.       Arthur Andersen, merupakan kantor akuntan publik- The big six- yang melakukan Audit terhadap laporan keuangan Enron Corp. tidak hanya melakukan manipulasi laporan keuangan Enron, KAP Andersen telah melakuklan tindakan yang tidak etis dengan menghancurkan dokumen-dokumen penting yang berkaitan dengan kasus Enron.

Skandal Enron tak bisa dimungkiri, merupakan kejahatan ekonomi multidisiplin. Segelintir penguasa informasi telah menipu banyak pihak yang sangat awam tentang seluk-beluk transaksi keuangan perusahaan. Mereka terdiri dari para profesional-CEO, akuntan, auditor, pengacara, bankir, dan analis keuangan-yang telah mengkhianati tugas mulianya sebagai penjaga kepentingan publik yang tak berdosa.
Meskipun bangkrutnya sebuah usaha menjadi tanggung jawab banyak pihak, dalam kedudukannya sebagai auditor, tanggung jawab Arthur Andersen dalam kasus Enron sangatlah besar. Berbeda dengan profesi lainnya, auditor independen bertanggung jawab memberikan assurance services. Sementara manajemen, dibantu oleh para pengacara, penasihat keuangan, dan konsultan, menyajikan informasi keuangan, akuntan publik bertugas menilai informasi keuangan itu dapat dipercaya atau tidak. Berhasil-tidaknya informasi tentang kinerja suatu perusahaan sangat bergantung pada hasil penilaian akuntan publik itu. Karena itu, dalam menjalankan audit, akuntan wajib mendeteksi kemungkinan kecurangan dan kekeliruan yang material. Kalau saja auditor Enron bekerja dengan penuh kehati-hatian (due professional care), maka manipulasi yang dilakukan manajemen dapat dibongkar sejak dulu dan kerugian yang lebih besar dapat dicegah lebih awal. Buktinya,Watskin dengan mudah dapat menemukan manipulasi itu.
Sebaliknya, hilangnya obyektivitas dan independensi dapat membuat penglihatan auditor menjadi kabur. Penyimpangan (irregularities) dan kecurangan (fraud) akan dianggap sebagai kelaziman. Kegagalan untuk bersikap obyektif dan independen sama artinya dengan hilangnya eksistensi profesi. Membenarkan, bahkan menutupi, perilaku manajemen yang manipulatif jelas-jelas merupakan pengkhianatan terhadap tugas profesi akuntan publik. Karena itu, sangat wajar jika dalam kasus Enron auditor paling dipersalahkan karena telah gagal melindungi kepentingan publik.

v   Materi diskusi kedua kasus Bank Century

Secara umum kasus yang terjadi pada bank century ini sama, kurangnya moral dan akhlaklah yang menjadi pemicunya. Sebenarnya PT Bank Century Tbk merupakan gabungan dari 3 perusahaan yaitu Bank Danpac, Bank CIC dan Bank Picco.
Adapaun beberapa penyebab awal terjadinya kasus Bank Century adalah:
1.      Kelemahan manajemen, penggelapan dana valuta asing, pemberian kredit yang sembarangan, dan penempatan dana investasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
2.      Mulai ramai setelah kekacauan reksadana Antaboga Deltasekuritas yang dikeluarkan Bank Century. Demo nasabahnya yang tertipu sering diliput televisi.
3.      Dana Bank Century ternyata juga dibobol pemiliknya sendiri, Robert Tantular. Tanggal 1 Juni 2009, Jampidum Abdul Hakim Ritonga mengindikasikan adanya aset Robert Tantular senilai Rp 10 Trilyun di Hong Kong.
(Kwik Kian Gie menyatakan, Bank Century awalnya adalah gabungan dari bank-bank kecil yang juga dianggap bermasalah seperti Bank CIC, Danpac, dan Bank Piko).


v  Materi diskusi pertemuan ketiga debat anatara kelompok “ akuntansi konvensional dan akuntansi modern”

        i.            Akuntansi modern

Keunggulan akuntansi keuangan modern sebenarnya terletak pada system pembukuan yang berpasangan. Pada system ini, kita harus memasukkan dua untuk setiap transaksi. Satu debit untuk pada suatu rekening dan satu kredit yang terkait untuk rekening yang terkait dengan transaksi. Tetapi keduanya harus seimbang.
Telah di pahami sejak tahun 1495 akuntansi yang di kenal sebagai “pembukuan berpasangan” (double-entry bookkeeping). Adapun topic-topik yang termasuk dalam akuntansi modern di antaranya:
1.      Akuntansi biaya adalah suatu bidang akuntansi yang di peruntukan bagi proses pelacakan, pencatatan, dan anilisa terhadap biaya-biaya yang berhubungan dengan aktivitas sutu organisasi untuk menghsilkan barang dan jasa. Biaya di nilai dengan satuan uang.
2.      Akuntansi manajemen atau akuntansi manajerial adalah system akuntansi yang berkaitan dengan ketentuan dan penggunaan informasi akuntansi untuk manajer atau manajemen dalam suatu organisasi dan untuk memberikan dasar kepada manajemen untuk membuat keputusan.
3.      Akuntansi sector public
Dilihat dari sisi ekonomi dan politik yaitu aturan yang di buat pelenmgkap pemerintah untuk mengakumulasikan “utang dan permintaan pinjaman” untuk suatu tahun tertentu. Sedangkan dari arti sempit, diartikan sebagai pembahasan pajak dan kebijakan pemerintah.
4.      Akuntansi manajemen public
Suatu kesatuan bagian manajemen yang terdiri atas penyajian dan penafsiran data dan informasi untuk membuat keputusan, pemanfaatan sumber daya, serta pengungkapan informasi kepada pihakyang membutuhkan.

System informasi akuntansi mempunyai peran penting dalam suatu organisasi termasuk perusahaan. Karena SIA bisa memproses data menjadi informasi yang di gunakan untuk mengambil keputusan dan juga melakukan pengawasan agar pelaku bisnis dapat menerapkan strateginya dalam bersaing dengan perusahaan lain. Adapun keunggulan yang dimilki oleh akuntansi modern yaitu terdapat pada system penulisanyang mempermudah penulisan pembukuan dalam akuntansi sehingga meminimalkan kesalahan dalam pencatatan dan pembukuan lebih akurat.
Sedangkan kelemahannya yaitukarena hanya bersifat positivistic, ilmu akuntansi ini hanya memberikan informasi kuantitatif. Sehingga memiskinkan kualitas informasi akuntasi. Dan karena sifatnya sekuler, maka ini sangat jauh dari kehangatan religious. Yang berakibat pada tingkat kesadaran pengguna informasi yang terfokus pada keinganan untuk mendapatkan laba yang sebesar-besarnya dan lupa pada maksud penciptaan dunia.
Jadi pada kesimpulannya, akuntansi modern itu tidak hanya bertujuan untuk mendapatkan laba yang sebesar-besarnya. Akan tetapi selain untuk mendapatkan laba, perusahaan juga harus berpikir tentang kesejahteraan pekerja yang ia miliki dan analisis dampak terhadap lingkungan sekitar.
Sehingga pada kenyataannya tipe akuntansi yang ini banyak di miliki oleh perusahaan-perusahaan yang besar untuk menjaga kelangsungannya juga.


      ii.            Akuntansi konvensional

Akuntansi konvensional ini didasarkan pada pemikiran rasional dimana kapitalitas/pemilik modal yang diutamakan. Laporan dan informasinya untuk dapat memenuhi kebutuhan dan kepentingan kapitalis. Akuntansi konvensional sangat mementingkan laba karena orang yang masuk kedalam lingkaran system akuntansi konvensional selalu menyajikan laba dalam posisi yang aman. Artinya segala cara dlakukan untuk mengamankan laba yang dimilki. Dan ini juga termasuk pada prilaku yang menyimpang daripada akuntansi konvensional, karena dengan sengaja mendorong manusia untuk menghalalkan segala cara untuk laba. Sehingga dari berbagai pandangan, akuntansi konvensional merupakan suatu metode untuk emencatat seluruh kegiatan ekonomi perusahaan untuk disajikan kepada berbagai pihak yang berkepentingan(stakeholders) untuk mengetahui situasi dan kondisi perusahaan dari segi ekonomi dan financial. Model akuntansi ada dua yaitu modal tetap (aktiva tetap) dan modal yang beredar ( aktiva lancar).
Akuntansi konvensional yang selama ini berkembang, telah mengakar pada pola pikir dunia bisnis sampai sekarang.adapun beberapa isu yang tentang kelemahan akuntansi konvensional adalah sebagai berikut:
1.      Bersifat egoistic,artinya bahwa praktik akuntansi yang berlaku saat ini hanya focus pada pemberian bagaimana penyajian laporan keuangan akan dapat menyenangkan Stakeholdres atau untuk menarik investor
2.      Informasi yang diberikan bersifat matrealistik yang artinya informasi yang disajikan melalui laporan keuangan hanyalah informasi dari kegiatan yang memiliki satuan moneter atau yang bernilai matreal
3.      Informasi yang diberikan hanya sebatas informasi yang bersifat kuantitatif, sedangkan informasi yang bersifat kualitatif tidak tersampaikan.

Pada kesimpulannya, akuntansi konvensional yaitu akuntansi yang hanya berpiki bagaiamana cara untuk mendapatkan profit yang sebesar-besarnya, meyajikan laporan keuangan yang hanya  berpihak untuk kepentingan pihak stakeholders dan penrik investor saja.


v  Materi diskusi pertemuan ke empat “Akuntansi Lingkungan Berbasis Amanah”

Dunia Ekonomi harus menyadari bahwa perusahaan kini tidak hanya memperhatikan nilai perusahaannya saja melainkan juga harus memperhatikan aspek sosial dan lingkungannya juga. Selain itu perusahaan juga harus mau mendengarkan para kritikan atau pendapat para masyarakat sekitar mengenai lingkungan di sekitar lokasi kegiatan produksinya. Masyrakat sekarang lebih sadar akan pentingnya kelangsungan lingkungan, sehingga mereka berlomba-lomba untuk menggunakan produk yang berlabel “green” meskipun biaya yang akan di keluarkan sedikit agak besar di bandingkan dengan produk lainnya.
Slogan “Sitou Timou Tumou Tou” mencakup 2 aspek yang sangat penting dalam sejarah manusia yaitu antara ilmu pengetahuan dan agama. Akuntansi lingkungan tidak hanya terfokus pada system pelaporannya saja melainkan pula memahami keadaan realitas masyarakat dan menerima kritikan masyarakat. Dengan adanya nilai amanah maka manusia tidak hanya akan mementingkan nilai keuntungan saja dalam ekonomi melainkan memiliki rasa tanggung jawab, rasa saling memiliki.
            Tuhan menghendaki kepada kita selaku umatnya agar mengelolah sumber daya yang telah ia titipkan dengan adil dan bertanggung jawab serta saling menjaga, agar kedepannyasemua asset ini masih dapat dinikmati oleh anak cucu kita.
            Seperti yang tergambar pada masyarakat bitung, mereka sangat menjunjung tinggi nilai kehormatan antar sesama makhluk tuhan. Mereka percaya bahwa alam bisa menjadi petaka apabila mereka tidak menjaganya dengan baik.

PENTINGNYA MANAJEMEN INFORMASI DALAM ORGANISASI HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN AKUNTANSI


Nama              : Sunarti M. B. Monoarfa
Nim                 : 921411113
Class               : C S1 akuntansi
METODE PENELITIAN
A.    Lokasi penelitian
            Dalam penelitian ini peneliti mengambil data di sebuah himpunan mahasiswa jurusan akuntansi di fakultas ekonomi dan bisnis universitas negeri gorontalo.
B.     Teknik Penelitian
Penelitian tentang Pentingnya manajemen informasi akuntansi terhadap organisasi HMJ akuntansi ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif deskriptif artinya data yang diperoleh akan dikumpulkan dan diwujudkan secara langsung dalam bentuk deskripsi atau gambaran tentang suasana/keadaan objek secara menyeluruh dan apa adanya berupa kata-kata lisan atau tertulis dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati.
C.    Metode Pengumpulan Data
Alsa (2003) berpendapat bahwa peneliti kualitatif cenderung mengumpulkan data melalui kontak secara terus menerus dengan subjek dalam setting alamiah, seperti rutinitas mereka sehari-hari. Metode pengumpulan data yang paling mewakili karakteristik penelitian kualitatif adalah interview dan observasi partisipan.
1.      Wawancara
Berdasar taxonomi bentuk pertanyaannya, wawancara dapat dikelompokkan menjadi beberapa bentuk yaitu verbal dan non verbal. Ada dua bentuk pertanyaan verbal yaitu pertanyaan langsung dan tidak langsung; sementara itu untuk yang non verbal juga mempunyai dua bentuk pertanyaan yaitu overt dan covert. Sementara itu pertanyaan langsung dari verbal mempunyai dua bentuk yaitu terbuka dan tertutup (Werner dan Schoepfle, 1987 dalam Koentjoro, 2007).


2.      Observasi
Walaupun sudah dilakukan interview, peneliti akan melakukan observasi untuk memperoleh informasi-informasi mengenai perasaan-perasaan subjek penelitian, Bogdan (1993) menegaskan peneliti juga melakukan pencatatan tentang perasaan perasaan subjektif dan sikap pribadi sebagai peneliti atas tema-tema yang dibahas. Selain itu tujuan observasi adalah untuk mendapat data tentang suatu masalah sehingga diperoleh pemahaman atau sebagai alat rechecking atau pembuktian terhadap informasi atau keterangan yang diperoleh sebelumnya. (Koentjoro, 2007).



PEMBAHASAN
PENTINGNYA MANAJEMEN INFORMASI AKUNTANSI TERHADAP ORGANISASI HMJ AKUNTANSI
A.    Pentingnya manajemen informasi akuntansi
1.      Pengenalan Pada Manajemen Informasi
Informasi (termasuk data) adalah salah satu jenis utama sumber daya yang tersedia bagi Bendahara, selain Manusia, Material, Mesin dan Uang. Sumber daya manusia, material, mesin dan uang digunakan istilah sumber daya fisik sedangkan Informasi dan data dengan istilah sumber daya konseptual. Informasi dapat dikelola seperti halnya sumber daya yang lain. Semakin besar skala operasi HMJ Akuntansi, Bendahara semakin mengandalkan informasi dan sangat mungkin menggangap informasi sebagai sumber daya mereka yang paling berharga.
2.      Manajemen Informasi
Adalah seluruh aktivitas memperoleh informasi, menggunakannya seefektif mungkin, dan membuangnya pada saat yang tepat (McLeod, 1998). Jadi, dalam sebuah organisasi HMJ Akuntansipun perlu diadakan yang dinamakan dengan manajemen. Karena tidak semua informasi yang didapat itu perlu untuk mendapatkan tanggapan. Informasi yang yang terjadi itupun beragam, mulai dari informasi yang dapat menyebabkan masalah dalam organisasi ini dan informasi yang akan menguntungkan. Sedangkan informasi yang dapat menjadi sebuah masalahpun dapat ditanggapi dengan beragam pula, ada masalah yang harus sesegera mungkin untuk dapat dipecahkan. Contoh: adanya kekurangan dana dalam sebuah program kerja organisasi. Kemudian ada masalah yang dapat diselesaikan dengan menunggu waktu yang tepat untuk menyelesaikannya. Contoh: pembuatan pertanggung jawaban laporan keuangan atas program kerja yang telah dilaksanakan. Dan adapula sebuah masalah yang tak perlu untuk di tanggapi, cukup dengan diam dan menunggu hingga masalah itu untuk selesai sendiri. Contoh: adanya anggota organisasi HMJ Akuntansi yang sering tidak masuk kuliah.

3.      Pentingnya Manajemen Informasi dalam HMJ Akuntasi
Ada 2 alasan kenapa para Bendahara sekarang ini, memberikan perhatian yang semakin besar terhadap manajemen informasi.
a.         Kompleksitas kegiatan bisnis dalam skala organisasi yang semakin meningkat
  •  Pengaruh Ekonomi daerah yang  nantinya akan membawa pengaruh terhadap program kerja yang akan dilakukan
  • Persaingan Dunia politik diantara organisasi khususnya dikalangan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dalam Fakultas Ekonomi dan Bisnis 
  • Kompleksitas Teknologi yang Meningkat
  • Batas waktu yang Singkat yang diberikan oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis dalam melaksanakan program kerja yang akan dibuat dengan terbatasnya batas periode jabatan
  • Kendala kendala Sosial yang kemungkinan akan menimpa HMJ Akuntansi
Kemampuan komputer yang semakin baik
  • Peranan Bendahara dalam Pengelolaan Manajemen Informasi
Dalam pengelolaan manajemen informasi pada HMJ Akuntansi , Bendahara sangatlah berperan penting, sehingga untuk mendukung hal tersebut Bendahara harus memiliki beberapa keahlian dan pengetahuan manajemen. Hal ini dilakukan agar informasi-informasi yang akan membawa dapat keuntungan bagi pendapatan (kas masuk) bagi organisasi tidak akan terlewat sedikitpun. Dan ini sudah tentu akan membawa dampak yang positif bagi program kerja.
  •  Pengetahuan manajemen
Ada dua jenis pengetahuan manajer keuangan (bendahara HMJ Akuntansi) yang merupakan kunci di dalam manajemen informasi menggunakan komputer yaitu : Mengerti komputer dan mengerti informasi.
Mengerti komputer yaitu pengetahuan mengenai komputer yang mencakup pengertian mengenai istilah-istilah komputer, pemahaman mengenai keunggulan dan kelemahan komputer, serta kemampuan menggunakan komputer dsb. Ini memang harus dilakukan oleh seorang Dita Pricilia Patila untuk melakukan tugasnya sebagai seorang bendahara HMJ Akuntansi, walaupun periode jabatan yang ia miliki baru dapat dikatakan seumur jagung. Pemahaman yang cukup dan keahlian yang mendukung dalam mengoperasikan computer itu perlu di pertanggung jawabkan, karena kita dapat melihat pada era sekarang bahwa tidak semua orang yang paham akan akuntansi itu dapat mengoperasikan computer dan tidak semua orang juga yang dapat mengoperasikan computer bisa membuat laporan keuangan. Namun, perlu dituntut bahwa semua bendahara yang handal dan yang diperlukan oleh sebuah perusahaan yang dalam hal ini adalah organisasi HMJ Akuntansi adalah yang dapat melakukan keduanya dengan baik.
Dalam hal ini, peran seorang dita sangatlah penting dalam menjaga kestabilan proses penerimaan dan pengeluaran kas yang terjadi dalam HMJ Akuntansi, karena apabila seorang bendahara tidak mengerti bahkan tidak tahu bagaimana cara untuk mengoperasikan computer akuntansi ibaratnya seperti seorang dokter tanpa suntik. pentingnya seorang bendahara untuk mengoperasikan computer itu Menurut dita pricilia, “ seorang bendahara itu memang dituntut untuk menguasai computer karena informasi(data) apabila hanya buat dalam bentuk buku maka kemungkinan untuk hilang ataupun terbakar itu sangatlah besar, hal ini dapat diminimalisir dengan menyimpan data itu dalam sebuah computer. Selain itu dengan menyimpan data dalam bentuk file di sebuah computer itu sama saja dengan menghemat tempat dan waktu dalam proses penyimpanan dan pengelolahan data yang dimaksud. Selain itu, kemungkinan besar data yang hanya tersimpan dalam sebuah pembukuan itu apabila sudah disimpan dalam waktu yang sangat lama maka kualitas tulisan akan menurun, ini berbeda jauh apabila data itu disimpan di file. Memang sih, masa jabatan dalam periode kami masih dapat dikatakan singkat namun saya selaku bendahara harus optimal dalam melakukan tugas baik itu dalam hal computer seperti yang anda katakan tadi”.
Sedangkan mengerti informasi yaitu pengetahuan yang meliputi bagaimana menggunakan informasi pada tiap tahap dari prosedur pemecahan masalah, di mana informasi diolah, dan bagaimana membagikan informasi dengan orang lain. Menurut dita, “ informasi yang menguntungkan itu seperti sebuah permen yang apabila tidak segera untuk diambil tindakan maka akan di ambil oleh HMJ lainnya, karena kesempatan itu tidak akan datang dengan mudah. Semua program kerja pasti akan membutuhkan dana, jadi sebagai bendahara tidak mungkin saya akan berdiam diri sedangkan program kerja yang akan kita lakukan kemungkinan besar akan kekurangan dana. Jadi, untuk menutupi hal ini terjadi kita harus pintar dalam menutupi itu. Untuk menghimpun dana itupun kami dituntut harus membuat proposal ke sejumlah perusahaan seperti: PT DJARUM ataupun toko yang bisa menjadi sponsor kami dalam melaksanakan program kerja itu sendiri”.
Masalah secara negatif sebagai suatu kondisi atau kejadian yang berbahaya atau mungkin membahayakan suatu perusahaan. Namun, adapula seorang manajer menganggap bahwa inforasi yang akan membawa dampak sebuah masalah adalah sebuah kesempatan. Menurut mereka pemecahaan masalah(Problem Solving) dengan cara yang tepat(solusi) dengan pengambilan keputusan yang tepat akan membawa keuntungan. Dan seharusnya pihak manajemen yang terjadi dalam HMJ Akuntansi dapat menganggap hal yang seperti itu pula. Dalam hal ini, pengambil keputusan yang tertinggi di dalam HMJ Akuntansi adalah Fityan Halid. Di bawah kepemimpinannya selaku ketua HMJ Akuntansi setidaknya ia harus pandai dalam berkomunikasi baik itu secara lisan maupun tulisan.




REFLEKSI
Pentingnya manajemen informasi dalam sebuah organisasi Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi itu sangatlah besar, karena apabila informasi yang menguntungkan namun hanya terlewat oleh mereka begitu saja maka kesempatan mereka akan melaksanakan program kerja yang telah mereka rencanakan sebelumnya sangatlah tipis.